SEKOLAH AKHLAK PELITA HIDAYAH
Mencetak Generasi Berakhlak dan Berprestasi dari Malang untuk IndonesiaSEKOLAH AKHLAK PELITA HIDAYAH
Mencetak Generasi Berakhlak dan Berprestasi dari Malang untuk IndonesiaPembingkai Kurikulum
Di tengah dinamika perubahan zaman dan meningkatnya kebutuhan akan sumber daya manusia yang tidak hanya cerdas tetapi juga berkarakter, Sekolah Akhlak Pelita Hidayah (SAPH) tampil sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam yang konsisten mengusung misi besar: melahirkan generasi berakhlakul karimah. Berada di bawah Yayasan Pelita Hidayah, SAPH menjadi penjenamaan bagi unit-unit pendidikan Al-Kautsar yang selama dua dekade lebih mengabdi dalam dunia pendidikan di Kota Malang.
Read More
Konsep Society Based Education menjadi pijakan SAPH. Pendidikan dipandang bukan sekadar proses akademik di ruang kelas, tetapi juga upaya bersama masyarakat untuk membentuk manusia yang beriman, cerdas, kreatif, peduli, dan berbudaya. Karena itulah, sejak awal berdiri pada 1999, Yayasan Pelita Hidayah berkomitmen menghadirkan pendidikan yang tidak hanya menekankan input dan output, tetapi juga outcome, terutama dalam aspek pembentukan akhlak.
Perjalanan Dua Dekade Lebih Pendidikan Terpadu
Selama seperempat abad, SAPH telah tumbuh menjadi lembaga pendidikan yang menyelenggarakan jenjang lengkap mulai dari KB–TK Plus Al-Kautsar, SD Plus Al-Kautsar, SMP Plus Al-Kautsar, hingga SMA Plus Al-Kautsar. Pola pendidikan berkesinambungan ini dipilih untuk memastikan bahwa pembentukan karakter peserta didik berlangsung secara berjenjang dan terarah sejak usia dini hingga remaja.
“Pendidikan tidak bisa seperti membalikkan telapak tangan. Prosesnya panjang dan memerlukan keberlanjutan,” demikian prinsip yang kerap ditegaskan dalam berbagai kesempatan. Karena itu, SAPH memastikan bahwa peserta didik tidak perlu memulai kembali dari titik nol setiap kali naik jenjang.
Sekolah Akhlak, Ketika Nilai Menjadi Outcome Utama
Di tengah tren sekolah favorit yang mengandalkan seleksi ketat dan menuntut prestasi sebagai syarat masuk, SAPH mengambil pendekatan berbeda. Fokusnya bukan pada seleksi input, melainkan pada pembinaan proses. Dengan menerima anak dari latar belakang potensi yang beragam, SAPH justru ingin menunjukkan bahwa input heterogen tetap dapat menghasilkan output homogen dan outcome yang unggul, selama prosesnya berkualitas.
Akhlak mulia menjadi orientasi utama. Nilai ini dipandang sebagai fondasi universal yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhannya, sesamanya, dan alam sekitarnya. Bahkan ketika masyarakat semakin mengutamakan kemampuan menghafal Al-Qur’an, SAPH memilih mengarahkan peserta didik untuk menunjukkan perilaku Qur’ani, bukan sekadar hafalan tanpa makna.
Prestasi dan Pengakuan Publik
Komitmen SAPH dalam membangun budaya mutu terbukti melalui berbagai pencapaian. Sekolah ini dikenal sebagai pelopor dan satu-satunya lembaga pendidikan berbasis Multiple Intelligences di Kota Malang. Selain itu, SAPH meraih predikat Sekolah Berbudaya Mutu tingkat Nasional dan menjadi salah satu dari sedikit Sekolah Adiwiyata Mandiri Nasional yang tetap konsisten menjaga budaya peduli lingkungan.
Prestasi peserta didiknya pun mencakup tingkat kota, provinsi, nasional, hingga internasional di bidang akademik dan nonakademik. Deretan penghargaan tersebut mengukuhkan posisi SAPH sebagai sekolah unggul dalam proses (best process), bukan sekadar sekolah dengan pencapaian instan.
Pendekatan Pembelajaran Modern Sesuai Usia Anak
Setiap jenjang pendidikan di SAPH dirancang dengan pendekatan yang sesuai kebutuhan perkembangan peserta didik:
- PAUD menerapkan pembelajaran tematik dan metode Montessori untuk mengasah sensori motorik serta kecakapan hidup dasar.
- SD menggunakan pendekatan tematik terpadu untuk menumbuhkan keterkaitan konsep dan karakter.
- SMP mengembangkan pembelajaran kolaboratif yang memperkuat komunikasi dan kerja sama.
- SMA menerapkan pembelajaran kontekstual yang relevan dengan tantangan masa depan.
Seluruh jenjang mengintegrasikan pendekatan Saintifik untuk membangun kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS).
Sistem Multiple Intelligences memungkinkan guru menyesuaikan gaya mengajar dengan gaya belajar siswa. SAPH percaya bahwa setiap anak cerdas, hanya jalurnya yang berbeda.
Pembiasaan Karakter yang Mengakar
Di luar pembelajaran akademik, SAPH membangun ekosistem akhlak melalui sejumlah program pembiasaan, seperti: Membaca Al-Qur’an, hadits, dan doa harian, Sholat Dhuhur berjamaah dan Sholat Jumat, Menabung sebagai literasi finansial, Amal Jumat, Upacara bendera, Monitoring ibadah harian di rumah dan sekolah, Program 9S, 3T, RP, dan MKP yang membentuk sikap santun, peduli, rapi, kolaboratif, dan disiplin. Rutinitas ini memastikan bahwa akhlak mulia tidak hanya diajarkan, tetapi dibiasakan sejak dini.
Pilihan Utama Sekolah Islam di Malang
Dengan pendekatan pendidikan yang holistik, budaya mutu yang kuat, dan komitmen pada pembentukan akhlak, Sekolah Akhlak Pelita Hidayah kini menjadi salah satu sekolah Islam pilihan bagi keluarga di Malang Raya. SAPH dikenal sebagai sekolah unggulan, ramah anak, anti bullying, berakreditasi A, serta memiliki reputasi sebagai sekolah para juara.
Ketika kualitas akademik, karakter, dan kepedulian lingkungan disatukan dalam satu ekosistem belajar, pendidikan tidak hanya menghasilkan siswa pintar, tetapi juga pribadi yang siap menjadi bagian penting dari masa depan bangsa.
News
Rapat Terbuka Tandai Serah Terima Murid Baru Sekolah Akhlak Pelita Hidayah Tahun Ajaran 2026–2027
Sekolah Akhlak Pelita Hidayah menggelar Rapat Terbuka Dewan Pendidik dalam…
Sekolah Akhak SMP-SMA Plus Al Kautsar Malang Hadirkan Native Speaker Asal Belanda dan Prancis dalam Program “English Day”
MALANG – Suasana Sekolah Akhlak SMP-SMA Plus Al Kautsar Malang…
Menjaga Arah Kota Pendidikan: Sekolah Akhlak Pelita Hidayah Hadiri Diskusi Publik “Malang Kehilangan Arah?”
Perwakilan Sekolah Akhlak Pelita Hidayah menghadiri diskusi publik bertajuk “Malang…
SD Plus Al Kautsar Menjadi SD Utama Tujuan Studi Banding Universitas Negeri Makasar
Kegiatan studi banding Mahasiswa dan Dosen Jurusan Pendidikan Khusus Fakultas…
KEGIATAN STUDI TIRU MIS KARYA PEMBANGUNAN KALIMANTAN, KS MIS: KAGUM DENGAN AKHLAK SISWA SD PLUS AL KAUTSAR MALANG
Sekolah Akhlak SD Plus Al Kautsar Malang menerima kunjungan “studi…
Studi Tiru SMP Labschool Jakarta ke SMP Plus Al Kautsar Malang
Perbaikan dan pengelolaan sekolah butuh waktu dan proses panjang. dengan…
Studi Tiru SDIT Aliya Bogor ke SD Plus Al-Kautsar Kota Malang
Dirjen PAUD Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbudristek dan Teknologi merekom…
Testimonial
What Our Parents Say
Kegiatan Siswa
Relations
Tahfidz
Kemampuan menghafal Al-Qur’an merupakan bagian yang sangat penting dalam rangka membangun generasi Qur’ani, yaitu generasi yang mampu mentransformasi kandungan Al-Qur’an sebagai akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari. Target rasional hafalan Al-Qur’an adalah 7 juz meliputi juz 30, 29, 1, 2, 3, 4, dan 5, yang dicapai secara bertahap mulai KB-SMA.
Pembelajaran hafalan Al-Qur’an dilaksanakan setiap hari, 5 hari dalam seminggu.
Multiple Intelligence
Kecerdasan adalah perilaku berulang yang memiliki benefiditas. Kecerdasan seseorang mempengaruhi gayanya memperoleh pembelajaran dari lingkungan keluarga, sekolah, maupun lingkungan sosial yang lebih luas. Setidaknya ditemukan bahwa Allah SWT mengaruniakan 8 tipe kecerdasan pada setiap insan. Pola asuh, pola didik, dan pengaruh lingkungan sangat menentukan dalam memunculkan satu atau lebih tipe kecerdasan, yang dikenal dengan Multiple Intelligences. Multiple Intelligence System temuan Howard Gardner ini dalam implementasinya menjadi sebuah sistem penyelenggaraan pendidikan yang kegiatan pembelajarannya mengutamakan penggalian dan penemuan kemampuan (discovering ability) peserta didik. Dasar pengelolaan pembelajaran berupa penyesuaian gaya mengajar guru terhadap gaya belajar siswa, menjamin siswa belajar, bukan sekedar mengikuti gurunya mengajar. Hal ini diharapkan dapat mengarahkan siswa pada kondisi terbaiknya di masa depan.
Mutiple Intelligences Research (MIR) adalah riset berkala dan berulang untuk menemukan tipe kecerdasan siswa sebagai dasar pengelompokan kelas, agar memudahkan pengelolaan kegiatan belajar mengajar di kelas. MIR dilaksanakan saat siswa duduk di kelompok A, kelas 2, 3, 4, 7, dan 10. Dengan demikian siswa dapat menentukan jurusan di perguruan tinggi yang sesuai dengan minatnya, sebagai pintu gerbang menuju suksesnya. Bagi anak di usia PAUD dan Sekolah Dasar, keterlibatan orangtua pada riset ini sangat diperlukan, mengingat kemampuan untuk memahami bahasa lisan belum sepenuhnya berkembang.

Interviewer menggali informasi kebiasaan anak dari orang tua dan anak yang bersangkutan.
Contoh hasil MIR

Literasi Digital
Literasi digital adalah kemampuan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk menemukan, mengevaluasi, memanfaatkan, membuat, dan mengkomunikasikan konten atau informasi dengan kecakapan kognitif maupun teknikal.
Sebagai bagian dari Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi, program literasi digital di Sekolah Akhlak Pelita Hidayah yang mengacu pada empat pilar mendasar yaitu Etika Digital, Budaya Digital, Keterampilan Digital, dan Keamanan Digital, ditransformasikan melalui kurikulum terpadu secara bertahap, mulai jenjang PAUD (KB-TK) sampai pendidikan menengah (SMA)

Di era menuju revolusi industri 5.0, pembelajaran berbasis digital tanpa menafikan peran guru adalah sebuah keniscayaan. Seiring dengan perkembangan tersebut, semua jajaran sekolah akhlak mulai KB sampai SMA menerapkan sistem blended learning, yaitu memadukan peran guru dan teknologi digital dalam pembelajaran. Blended learning dipilih karena peran guru dan teknologi digital bersifat komplementer, tidak bisa saling menggantikan.
Terdapat dua aspek utama yang menjadi keunggulan blended learning yaitu pembelajaran berbasis projek dan penggunaan berbagai platform LMS dalam proses pembelajaran, baik yang dilaksanakan dalam moda luar jaringan maupun dalam jaringan.
Blended Learning juga akan mengakomodasi berbagai kebutuhan cara belajar peserta didik, seperti pembelajaran jarak jauh (PJJ) dan rumah sekolah (homeschooling). Sehingga dapat menjadi solusi bagi orangtua yang sering berpindah tugas, dengan tidak perlu lagi memutasikan putra putrinya.
Digitalisasi sekolah merupakan salah satu syarat dalam mendukung penerapan kebijakan “merdeka belajar”. Digitalisasi di Sekolah Akhlak Pelita Hidayah berupa kapasitas jaringan internet yang memadai, penggunaan berbagai platform LMS dalam pembelajaran, ketersediaan perangkat digital dengan spesifikasi dan jumlah yang cukup, saluran infokom, dan berbagai layanan administrasi.

Bijaklah memilih bahan bacaan, membaca, mencerna isi bacaan, dan menentukan bacaan yang bermanfaat
Klik link dibawah ini
Bilingual
Dwibahasa atau bilingual adalah kemampuan berbicara dua bahasa dengan baik. Bilingual di Sekolah Akhlak Pelita Hidayah adalah bahasa Nasional (bahasa Indonesia) dan bahasa Internasional (bahasa Inggris)
Bilingual semakin diperlukan di masa depan untuk memasuki dunia global. Kemampuan diasah dengan cara penggunaan dalam pembelajaran, English Day, dan melakukan tes standar (Cambridge Assessment English)































